Langsung ke konten utama
Cerita Gus Dur Mengenai Prabowo
Ada satu cerita menarik Gus Dur mengenai sosok Prabowo Subianto. Pesan ini saya dapatkan dari Gus Natsir atau dikenal dengan Gus Cecep putra KH Karim Hasyim bin KH Muhammad Hasyim Asyari. Cerita Peristiwa ini terjadi kurang lebih satu bulan sebelum Gus Dur berpulang kehadirat illahi. Ketika itu berada di Probolinggo Gus Dur, Gus Cecep dan satu orang lainnya yang sedang memijat Gus Dur berada dalam satu ruangan. Setelah ngobrol ngalur ngidul Gus Dur tiba-tiba berseloroh,
“Sayang kemarin Prabowo mencalonkan hanya sebagai wakil presiden (2009), disitu saya tidak terlalu cocok. Nanti kalau seandainya Prabowo itu nyalon sebagai presiden lagi, ya dibantu. Tetapi kalau dia tidak mencalonkan lagi, ya kamu tidak usah milih, tidak usah ikut-ikutan. Yo sudah masuk ke TPS dicoblos semua”
Melihat perkataan Gus Dur tersebut setidaknya menimbulkan berbagai pertanyaan. Mengapa Gus Dur sempat-sempatnya berkata demikian, adakah kaitannya dengan masa depan Indonesia atau sebatas basa-basi Gus Dur saja. Wallahua'alam 
Cerita ini saya tulis sebatas mengenang sosok Gus Dur. Terserah bagaimana dulur-dulur semua menafsiri cerita ini. Mau melihat dari sudut pandang politik, sosial atau lainnya.

Al-Fatihah
*Kutipan perkataan Gus Dur sudah ditranslate kedalam Bahasa Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ternyata Mengkeramatkan Kuburan Itu "Boleh"

Ternyata Mengkeramatkan Kuburan Itu "Boleh" Makam Rosulullah S.A.W Beberapa waktu yang lalu, seorang tokoh Wahabi mempersoalkan kuburan keramat. Menurut tokoh yang bersangkutan, berziarah ke makam para nabi, para wali dan para ulama, hanya boleh dengan tujuan agar kita mengingat mati dan mendoakan mereka. Sedangkan ziarah ke makam mereka dengan tujuan tabaruk, atau ngalap barokah kata orang Jawa, adalah dilarang dan pasti tidak akan mereka (Wahabi) lakukan. Ziarah dengan tujuan tabaruk, diistilahkan dengan mengkeramatkan kuburan. Tulisan ini akan berusaha mengajak kaum Wahabi untuk berpikir dengan jernih, dan kembali ke ajaran kaum salaf, yang memang mengkeramatkan kuburan keramat, seperti makam para nabi, para wali, orang-orang shaleh dan para ulama. Sebagaimana dimaklumi, bahwa di antara tujuan ziarah kubur, adalah tabaruk, atau ngalap barokah. Ziarah kubur dilakukan dengan tujuan tabaruk, adalah ketika makam yang diziarahi adalah makam para nabi, para wali, orang-o...

Sejarah Berdirinya Paham Asy'ariyyah

Sejarah Bedirinya Paham Asy'ariyyah Syaikh  Abu Hasan Al-Asy’ari, tokoh yang berjasa mempopulerkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, adalah seorang mantan Imam Agung aliran mu’tazilah. Hujjah-hujjahnya adalah oase bagi jamaah mu’tazilah yang setiap subuhnya berjumlah ribuan itu. Suatu hari di bulan Ramadlan, Rasulullah mendatangi beliau dalam mimpi. “Tolonglah ajaranku,” perintah Rasulullah kepada Ali bin Ismail, nama asli beliau. Lantas, beliau memberhentikan pengajian selama dua hari. Waktu itu beliau pergunakan untuk mendalami kajian tafsir dan hadis. Di kesempatan selanjutnya, Rasulullah kembali hadir dalam mimpinya dengan perintah yang sama. Kemudian beliau jawab, “Bukankah sudah kulakukan ya Rasul?” Rasulullah tetap meminta Abu Hasan untuk menolong ajaran Rasul. Setelah beliau cerna dalam-dalam, terbukalah hati beliau, bahwa yang dimaksud Rasulullah adalah meluruskan akidah umat yang terlanjur dibelokkan oleh paham mu’tazilah. Sejak saat itu Abu Hasan memproklamirkan diri k...

Menyikap Tabir Tragedi Tambang Pasir Lumajang

Minyikap Tabir Tragedi Tambang Pasir Lumajang Hak asasi merupakan suatu kebutuhan paling dasar yang melekat secara alami pada diri setiap manusia. Hal ini lah yang dijadikan fokus utama  yang diangkat oleh lembaga PBB yang bernama UNCHR atau United Nation Commision On Human Right  dan Dewan Hak Asasi PPB dalam menyelesaikan setiap kasus pelanggaran HAM yang ada di dunia. Mengingat permasalahan hak asasi sangat vital adanya terkait keberlangsungan hidup umat manusia terbebas dari kesewenang-wenangan. Mulai contoh terkecil saja ketika ada upaya menghalangi orang lain untuk mengemukakan pendapat, apalagi jika harus menghilangkan hak hidup seseorang. PBB sendiri menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk menghormati HAM kepada seluruh warga negaranya tanpa adanya intimidasi. Di Indonesia sendiri  juga memiliki banyak catatan hitam terkait masalah pelanggaran HAM.  Ambil saja kasus tanjung priok, petrus, Marsinah, Munir, dan yang terjadi akhir-akhir ini masalah tamban...